Letaknya yang tinggi dengan hawa yang sejuk menjadikan Matesih sebagai kawasan peristirahatan. Sebagai wilayah kerajaan Surakarta Hadiningrat, dahulu para raja sering mendatangi daerah ini. Sampai-sampai melegenda dimasyarakat bahwa Matesih berasal dari kata Mat - tesih. yang artinya mat=jimat=pusaka, tesih=masih ada.
syahdan raja surakarta suatu ketika 'meninjau' wilayahnya dengan berkendaran kereta kuda. Daerah yang masih banyak hutan memungkinkan raja untuk sekalian berburu sambil menenangkan pikiran dari hiruk-pikuk keadaan istana yang membebani. Beserta rombongan keraton berangkatlah mereka kehutan dikawasan timur kraton surakarta. Berjalan beriringan selama beberapa jam sampailah mereka dikawasan hutan yang berbukit-bukit. Begitu letih akhirnya rombongan raja tersebut beristirahat sejenak menghilangkan lelah dan penat.
Hidanganpun digelar oleh abdi dalem, segala perbekalan dikeluarkan untuk dihidangkan dan disantap bersama rombongan. Setelah menyantap hidangan tersebut ternyata rombongan dan baginda raja tertidur pulas dikarenakan letih yang mendera. Setelah beberapa saat, baginda tiba-tiba terbangun dan memerintahkan untuk segera pulang kembali ke keraton. Ketika perjalanan pulang sudah cukup jauh, tiba-tiba baginda merasa ada yang kurang. ternyata senjata pusaka baginda tertinggal ditempat rombongan beristirahat. Akhirnya, baginda raja memutuskan untuk kembali menelusuri perjalanan dimana raja beristirahat untuk mencari pusaka yang tertinggal.
ternyata sesampainya tempat beristirahat tersebut, pusaka/jimat baginda raja masih ada/tesih. sehingga raja pun memberi nama tempat tersebut dengan MATESIH...
dan nama itu menjadi nama sebuah kecamatan disebelah timur kota solo kurang lebih 30 km, sampai sekarang.
Selasa, 29 Desember 2009
Langganan:
Postingan (Atom)